GAMKI NTT Kuatkan Komitmen Jemaat di Klasis Amfoang Selatan Untuk Hasilkan Kopi Leloboko Dengan Standar Tinggi

Oelamasi, GAMKINTT.com – DPD GAMKI NTT melaksanakan kegiatan penguatan komitmen Klasis Amfoang Selatan sebagai Klasis Kopi, hadir Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo dan jajaran pengurus, Ketua Klasis Amfoang Selatan Pendeta David Ndolu, Akademisi UKAW Kupang sebagai fasilitator Zet Malelak dan 50-an orang jemaat yang hadir, kegiatan tersebut dilaksanakan di Jemaat Leloboko, Mata Jemaat Alfa Omega Oel’Elof, Minggu (5/7/2026).

Salah satu jemaat yang menjadi peserta yakni Simeon Mafefa mengatakan bahwa pemberdayaan jemaat melalui budidaya tanaman kopi tergantung kepada pribadi setiap jemaat mengenai perubahan dalam pengembangan kopi.

“Sebagai jemaat di Leloboko, materi yang disampaikan cukup bagus dan mengenai pemberdayaan tanaman kopi hal itu kembali kepada pribadi setiap orang dalam menanggapi perubahan itu sendiri,”ujarnya.

Ketua Klasis Amfoang Selatan Pendeta David Ndolu menyampaikan bahwa jemaat sangat terbantu dengan kehadiran DPD GAMKI NTT dalam menolong masyarakat untuk menanam kopi dari cara tradisional ke cara penanaman sampai panen dan pemasaran menggunakan teknik modern.

“Kami bersyukur dengan kehadiran Bapak Winston selaku Ketua GAMKI NTT dan Pak Zet Malelak, kami dibantu dengan polibek dan teknik-teknik modern dalam penanaman, panen hingga pemasaran kopi leloboko”ucapnya.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo menyebutkan bahwa kegiatan hari ini adalah menagih komitmen jemaat sehingga dalam proses menanam kopi dengan pengawasan yang ketat dan pemasaran yang maksimal maka akan terbentuk ekosistem kopi leloboko.

“Hari ini kami menaguh komitemen jemaat dalam pengembangan kopi leloboko, kita akan terus mengawal dengan bantuan polibek dan menciptakan kemasan yang menarik untuk bisa dipasarkan di medsos agar lebih dikenal secara luas,”ungkapnya.

Akademisi UKAW Kupang Zet Malelak menyampaikan bahwa dirinya melatih jemaat dalam beberapa komoditi termasuk kopi, ia mengatakan bahwa menjaga mutu sangat penting baik dalam skala nasional maupun internasional.

“Saya melatih masyarakat dalam pengembangan beberapa komiditi salah satunya kopi leloboko, saya ingin mereka menjaga mutu karena hal tersebut yang menjadi standar nasional maupun internasional,”ujarnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat lokal dalam merawat kopi belum optimal sehingga ia menyampaikan beberapa poin penting agar kopi leloboko bisa terjaga kualitasnya.

“Selama ini masyarakat membiarkan kopi hanya dirawat oleh alam, padalah kopi itu harus diberikan perawatan dengan diberi air, pemangkasan dan pemberian pupuk organik yang lebih banyak, baik dan tepat waktu sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas,”pungkasnya.(Fendi)