GAMKI Peduli Flores Jangkau 138 KK Pengungsi Mandiri di Nagekeo : Salurkan Selimut, Tikar dan Air Bersih

Mbay,  GAMKINTT.com — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melalui program GAMKI Peduli Flores kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026).

Bantuan yang didukung oleh DPP GAMKI, Yayasan Perpustakaan Injili (YASPERIN), dan DPD GAMKI NTT tersebut didistribusikan di lapangan oleh DPC GAMKI Kabupaten Nagekeo dengan menyasar terutama warga yang masih bertahan di kamp-kamp pengungsian mandiri.

Sebanyak 138 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan, terdiri dari 120 KK di wilayah Mbay, Kecamatan Aesesa, dan 18 KK di wilayah Mauponggo, Kecamatan Mauponggo.

Bantuan yang disalurkan berupa 160 lembar selimut, 160 lembar tikar serta dukungan air bersih. Bantuan ini diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang hingga kini masih memilih tidur di tenda-tenda sederhana karena kondisi rumah yang terdampak gempa maupun trauma akibat gempa.

DPC GAMKI Nagekeo melaporkan bahwa sebagian masyarakat belum berani kembali dan tidur di dalam rumah. Mereka bertahan di tenda-tenda sederhana yang sebagian hanya beralaskan terpal.

Pada malam hari, suhu yang dingin menjadi persoalan serius bagi warga, terutama anak-anak, lansia dan kelompok rentan. Karena itu, tikar dan selimut menjadi kebutuhan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Wakil Ketua I DPC GAMKI Nagekeo, Bernardus F. D. Woi, S.Kom, yang turut mendistribusikan bantuan, mengatakan respons warga menunjukkan bahwa bantuan yang terlihat sederhana justru sangat berarti dalam kondisi darurat.

“Bagi kita mungkin bantuan ini terasa kecil, tetapi ketika melihat langsung kondisi warga, tikar dan selimut ini sangat bermanfaat. Banyak keluarga masih tidur di tenda sederhana dengan alas terpal dan pada malam hari terasa sangat dingin,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tikar dan selimut masih cukup besar karena satu kepala keluarga dapat terdiri atas hingga enam anggota keluarga.

Penerima manfaat di wilayah Mbay dan Mauponggo berasal dari sejumlah desa dan kelurahan, antara lain Kelurahan Danga, Towak, Mbay I, Mbay II, Mauponggo; serta Desa Nggolombay, Tonggurambang, Aeramo, Labolewa, Bidoa, Waekokak dan Nggolonio.

Distribusi dilakukan melalui dua titik, yakni Gedung Kebaktian Mata Jemaat GMIT Ebenhaezer Mbay dan Mata Jemaat Viktori Mauponggo.

Dalam pelaksanaannya, DPC GAMKI Nagekeo bekerja sama dengan gereja setempat. Informasi mengenai distribusi bantuan disampaikan kepada warga melalui warta mimbar gereja, sedangkan Posko GAMKI Peduli Flores di Nagekeo ditempatkan di rumah anggota GAMKI, Yonas Kapitan.

Tim DPC GAMKI Nagekeo yang terlibat langsung dalam pendistribusian terdiri dari Dedy Lae, Anggota Bidang Organisasi dan Kaderisasi; Melky Ruben Nalle, Anggota Bidang Pertanian, Pangan, Peternakan dan Perikanan; Yonas Kapitan, Anggota Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan UMKM; serta Bernardus F. D. Woi, S.Kom, Wakil Ketua I DPC GAMKI Nagekeo.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, menyampaikan apresiasi kepada DPC GAMKI Nagekeo, gereja dan seluruh pihak yang telah bekerja memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, perhatian saat ini tidak boleh berhenti pada distribusi logistik darurat. Kondisi pengungsi mandiri harus menjadi perhatian serius karena mereka berada di luar kamp pengungsian terpusat dan berpotensi tidak seluruhnya terjangkau pelayanan.

“Bencana tidak selesai ketika gempa berhenti. Selama masih ada keluarga yang takut kembali ke rumah dan harus tidur di bawah terpal, pekerjaan kemanusiaan kita belum selesai. Karena itu GAMKI berusaha menjangkau pengungsi mandiri yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi kebutuhan mereka nyata,” katanya.

Ia mengatakan kondisi menjelang musim hujan harus menjadi perhatian berikutnya. Tenda sederhana yang digunakan masyarakat saat ini rentan terhadap hujan, angin, dingin dan debu.

“Kita jangan menunggu musim hujan datang baru menyadari bahwa terpal bukan rumah. Pemerintah bersama seluruh elemen kemanusiaan perlu mulai memikirkan hunian sementara yang aman dan layak bagi keluarga yang rumahnya belum dapat ditempati selama masa pemulihan,” tegasnya.

DPD GAMKI NTT juga mendorong agar kebutuhan hunian sementara, termasuk kemungkinan dukungan Rumah Sangat Sederhana Sementara (RSSS) atau bentuk hunian sementara lainnya, dihitung berdasarkan kondisi dan kebutuhan riil keluarga terdampak.

Program GAMKI Peduli Flores merupakan gerakan solidaritas kemanusiaan GAMKI dalam merespons dampak bencana di wilayah Flores. Di Kabupaten Nagekeo, dukungan ini merupakan kolaborasi DPP GAMKI, YASPERIN, DPD GAMKI NTT dan DPC GAMKI Nagekeo, bersama gereja dan masyarakat setempat.

DPD GAMKI NTT menegaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama pemerintah, gereja, organisasi masyarakat, dunia usaha dan seluruh jaringan solidaritas kemanusiaan.

“Yang kita bawa mungkin hanya tikar, selimut dan air. Tetapi bagi keluarga yang malam ini masih tidur di bawah tenda, selembar tikar berarti mereka tidak langsung bersentuhan dengan tanah, dan selembar selimut berarti ada sedikit kehangatan untuk melewati malam. Itulah arti solidaritas: hadir pada kebutuhan yang paling nyata,” tutupnya.(Fendi)