GAMKI NTT dan Pemuda Katolik Berkolaborasi Cetak 100 AI Champions untuk Menjawab Persoalan Nyata di Nusa Tenggara Timur

Kupang, GAMKINTT.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur bersama Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) NTT berkolaborasi meluncurkan program AI dan Bioteknologi sebagai upaya memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus mendorong lahirnya solusi inovatif bagi berbagai persoalan pembangunan di Nusa Tenggara Timur, kegiatan dilaksanakan di Sahid T-More Hotel Kupang, Jumat (31/7/2026).

Program yang akan berlangsung selama dua bulan ini diawali dengan kegiatan kick-off secara luring dan dilanjutkan dengan deklarasi gerakan AI pada momentum Car Free Day. Pelatihan akan melibatkan puluhan hingga ratusan peserta dari berbagai wilayah di NTT, mulai dari Timor, Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan (TTS), Alor, Manggarai, Sumba, Rote Ndao, hingga daerah-daerah lainnya.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan mampu bersaing di era digital.

“Transformasi digital tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja. Pemerintah, gereja, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, media, dan generasi muda harus berjalan bersama. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat. Karena itu, semua pihak perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di NTT. Menurutnya, generasi muda harus didorong menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna.

“Kita ingin anak-anak muda NTT menjadi creator, inovator, dan agen perubahan. Dari NTT harus lahir berbagai solusi berbasis AI yang memberi manfaat bagi daerah, Indonesia, bahkan dunia. Jika kita mampu membangun kolaborasi yang kuat, saya yakin NTT akan menjadi salah satu pusat lahirnya inovasi digital nasional,”ucapnya.

Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yufen Tukung menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi AI, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan ChatGPT, Gemini, atau berbagai platform AI lainnya. Tujuan utamanya adalah membekali peserta agar mampu memanfaatkan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, teknologi AI harus mampu memberikan manfaat langsung dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan budidaya rumput laut, memperkuat daya saing UMKM agar naik kelas, meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran, hingga membantu menghadapi tantangan perubahan iklim melalui inovasi berbasis data.

Melalui program tersebut, GAMKI NTT dan Pemuda Katolik Komda NTT menargetkan lahirnya 100 AI Champions yang akan menjadi penggerak transformasi digital di berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.

Para peserta diharapkan menjadi pionir inovasi yang mampu mengembangkan solusi berbasis AI sesuai kebutuhan daerahnya masing-masing.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak akan diukur dari jumlah peserta yang memperoleh sertifikat, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan.

“Ukuran keberhasilan bukan banyaknya sertifikat yang dibagikan, melainkan berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil diselesaikan melalui inovasi yang lahir dari para peserta. Itulah tujuan utama gerakan ini,” tegasnya.(Fendi)