Follow kamu

Pengurus DPD GAMKI NTT Sampaikan Materi Soal Gereja dan Disabilitas, Stres dan Burnout Bagi Pemimpin Rohani : Ketua Klasis Amanuban Timur Selatan Berikan Apresiasi
Soe, GAMKINTT.com – Pengurus DPD GAMKI NTT diundang untuk menyampaikan materi dalam kegiatan Rekoleksi bagi Pendeta dan BPP serta UPP Klasis Amanuban Timur Selatan yang dilaksanakan di Agro Ekowisata GMIT Loli, Selasa (26/5/2026).
Materi yang pertama disampaikan oleh Wakil Ketua 8 DPD GAMKI NTT Yomiani Radja tentang Gereja dan Disabilitas, materi kedua disampaikan oleh Sekbid P3A DPD GAMKI NTT Jesica Bessie tentang Stres dan Burnout Bagi Pemimpin Rohani Kristen.
Wakil Ketua 8 DPD GAMKI NTT Yomiani Radja dalam materinya, Ia menyampaikan bahwa ketika melihat seseorang dengan disabilitas apakah yang kita lihat, keterbatasannya atau seperti apa.
“Ketika melihat seorang dengan disabilitas, apakah kita melihat keterbatasannya, ataukah kita melihat gambar dan rupa Allah dalam dirinya, siapa yang sebenarnya tidak lengkap di hadapan Allah,”ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pandangan Gereja harus diperbaiki bukan sekedar berupa belas kasihan namun harus sampai pada proses pemberdayaan dan relasi yang kuat.
“Dari melihat disabilitas sebagai objek belas kasihan menjadi subjek pelayanan , dari bantuan sesaat menuju relasi yang memberdayakan , dari fokus pada penyembuhan menuju penerimaan dan keadilan sosial,”ucapnya.
Sekbid P3A DPD GAMKI NTT Jesica Bessie menyebutkan bahwa materi Stres dan Burnout Bagi Pemimpin Rohani Kristen sangat penting karena para pendeta sering berhadapan dengan jemaat dengan berbagai masalah yang sangat kompleks.
‘Materi ini sangat penting bagi para pelayan Tuhan karena kita tahu bersama bahwa pemimpin rohani sering menjadi tempat bersandar banyak orang, sering dituntut untuk menjadi sosok atau teladan baik bagi jemaat, tuntunan pelayanan tinggi serta kadang mengabaikan diri sendiri,”ungkapnya.
Ketua Klasis Amanuban Timur Selatan Pendeta Meryanti Frare menyampaikan terima kasih kepada DPD GAMKI NTT karena dua materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena pengetahuan para pelayan Tuhan terkait Insan Disabilitas dalam pelayanan masih sangat terbatas.
“Terima kasih kepada DPD GAMKI NTT untuk dua materi yang disampaikan, kami bersyukur karena mendapat pengetahuan baru, yang pertama soal Gereja dan Disabilitas itu seperti apa, jujur tadi kami katakan sebagai sebuah pengakuan bahwa kadang kita tidak mampu melihat gambar Allah dalam diri Disabilitas , kita hanya melihat kekurangan tanpa melihat potensi yang mereka miliki,”ucapnya.
Ia mengakui bahwa sebenarnya para pelayan stres dengan beban pelayanan namun kadang mereka berbuat seolah -olah mampu, Ia menyebut materi tadi sungguh menjadi energi baru bagi mereka.
“Kami harus akui bahwa sebagai pelayan Tuhan kami sering stres, tapi kadang kami sering merasa kuat, hari ini materi yang disampaikan menyadarkan untuk kami menyayangi diri sendiri supaya mengatasi stres, supaya kita bisa menolong dan melaksanakan tangung jawab pelayanan dengan lebih baik,”tutupnya.(Fendi)



