Follow kamu

GAMKI Sabu Raijua dan Yayasan Sheep Indonesia Serahkan 28 Perangkap Tikus ke Puskesmas Seba di Tengah Status KLB Leptospirosis
Menia, GAMKINTT.com – Sekretaris DPC GAMKI Sabu Raijua bersama Yayasan Sheep Indonesia mewakili forum masyarakat sipil menyerahkan sebanyak 28 unit perangkap tikus kepada UPTD Puskesmas Seba sebagai bentuk dukungan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Kegiatan penyerahan tersebut berlangsung pada Rabu (1/4/2026) dan diterima langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Seba, Cindy D. Lede, S.Km. Bantuan ini diberikan di tengah situasi meningkatnya kasus leptospirosis yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), setelah dilaporkan sebanyak empat orang meninggal dunia dan beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Kepala UPTD Puskesmas Seba, Cindy D. Lede, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada GAMKI Sabu Raijua dan Yayasan Sheep Indonesia atas kontribusi nyata dalam mendukung kerja-kerja kesehatan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari teman-teman GAMKI untuk membantu kami, khususnya dalam pengadaan perangkap tikus. Kami harus akui bahwa kami juga memiliki keterbatasan, dan dengan adanya partisipasi ini, kami merasa tidak sendirian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut memberikan semangat bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat
“Mengetahui bahwa tidak sendirian itu membuat semangat tetap ada untuk melakukan berbagai kegiatan. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut ke depan dalam berbagai situasi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC GAMKI Sabu Raijua, Ramlin Bunga, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolektif forum masyarakat sipil dalam merespons persoalan publik, khususnya di bidang kesehatan.
“Kami berharap gerakan kolektif seperti ini terus digalakkan sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu sesama, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan publik yang membutuhkan perhatian bersama,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu wujud sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga masyarakat sipil, dan fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan penyakit serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua, khususnya di tengah situasi KLB yang membutuhkan respons cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak.(*Fendi)



