Follow kamu

GAMKI NTT Fasilitasi Pelatihan Bagi Ibu-Ibu GMIT di Klasis AOT Untuk Olah Buah Lokal Jadi Bubur Buah dan Es Krim
Oelamasi, GAMKINTT.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Amabi Oefeto Timur (AOT) menggelar pelatihan pengolahan bubur buah, es krim berbahan buah lokal, serta pembuatan bipang dari ubi ungu, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Klasis Amabi Oefeto Timur ini diikuti puluhan perwakilan ibu-ibu jemaat dari berbagai gereja di wilayah Klasis AOT. Pelatihan tersebut bertujuan membekali para ibu rumah tangga dengan keterampilan pengolahan pangan yang tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga dapat membuka peluang usaha rumahan.
Ketua Majelis Klasis Amabi Oefeto Timur dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan keterampilan seperti ini memiliki dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga jemaat.
“Pelatihan ini sangat penting karena kita dilatih dengan ilmu pengolahan yang tidak akan habis dipakai. Kalau kita hanya memberi uang mungkin cepat habis, tetapi kalau kita memberikan ilmu maka itu akan dibawa seumur hidup. Jika dimanfaatkan dengan baik, keterampilan ini dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Zet Malelak, dosen Fakultas Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW). Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi buah-buahan lokal yang melimpah di daerah sebagai sumber pangan bergizi sekaligus peluang ekonomi.
Menurutnya, selain bernilai ekonomi, pengolahan buah tropis juga sangat penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak.
“Anak-anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Sementara bahan pangan lokal yang kita butuhkan sebenarnya banyak tersedia di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi produk yang bernilai,” jelasnya.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampak mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung mengolah buah menjadi bubur buah dan es krim, serta membuat bipang dari ubi ungu yang memiliki nilai gizi tinggi.
Melalui kegiatan ini, GAMKI NTT bersama Klasis AOT berharap para ibu jemaat dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif skala rumah tangga, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di lingkungan gereja.
Sementara itu, Ketua Harian DPD GAMKI NTT, Yan Piter Z. Lilo, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen GAMKI untuk menghadirkan program pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di lingkungan gereja.
Menurutnya, pemanfaatan potensi pangan lokal seperti buah-buahan dan ubi ungu perlu terus didorong agar dapat memberi nilai tambah bagi keluarga jemaat.
“GAMKI ingin kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi bisa dilanjutkan menjadi usaha kecil yang membantu ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan gizi anak-anak,” ujarnya.(Fendi)



